Siapa yang tidak tertarik ditawari melakukan perjalanan ke karimunjawa sekaligus mengadakan pengabdian? Ini adalah tentang dua hal itu yang saya dan kawan-kawan satu perguruang tinggi lakukan di karimunjawa, berwisata sambil mengabdi. Oh bukan, tapi mengabdi sambil menikmati indahnya wisata bahari Karimunjawa.

Wisata Bahari Karimunjawa

Pemandangan dari kapal penyebrangan karimunjawa | Litalia
©wisatawan.id

Maklum, wisata bahari karimunjawa merupakan area konservasi milik pemerintah republik ini, sementara kampus saya adalah kampus yang melabeli dirinya sebagai kampus konservasi. Itu mungkin yang menjadi alasan mengapa kami melakukan pengabdian di sana. Tentu, ini bukan pengabdian pertama yang dilakukan kampus, tetapi ini adalah tahun kedua. Perjalanan penyebrangan kami pilih melalui pantai kartini bukan dari tanjung mas. Alasannya biaya.

Sebab jika perjalanan dilakukan dari semarang, tanjung mas, biayanya jauh lebih mahal jika dibandingkan dengan dari pantai kartini. Dari pantai kartini, naik kapal untuk melakukan penyebrangan selama 6 jam.

Wisata Bahari Karimunjawa

Meninggalkan kapal penyebrangan karimunjawa | Litalia
©wisatawan.id

Setelah mengarungi lautan selama enam jam meninggalkan pantai kartini, kami menginjakkan kaki untuk pertama kalinya di pulau karimunjawa. Luar biasa, itu kata pertama yang bisa saya ucapkan. Bagaimana tidak, saya yang biasanya menikmati pantai pasir putih di tempat saya di lahirkan, kini disuguhi pantai berpasir putih dengan air yeng begitu jernih, bahkan terlihat sampai dasarnya dan ikan-ikan bergerombol berenang bersama. Rasanya saya ingin segera melempar mata pancing.

Meninggalkan kapal, kami disambut oleh beberapa penduduk setempat yang menawarkan penginapan. Harganya variatif, dari 50 ribu permalam sampai mendekati jutaan. Oh ya, untuk biaya penyebrangan, perorang kena biaya 65 ribu rupiah. Seluruh tawaran tak ada yang kami ambil, kami sudah pesan tempat berupa homestay beberapa hari yang lalu sebelum ke karimunjawa. Kami hanya tinggal menunggu mobil jemputan saja.

Wisata Bahari Karimunjawa

Kapal wisata di karimunjawa | Litalia
©wisatawan.id

Sesampai di homestay sekitar jam 2 an, kami istirahat sejenak. Setelah itu kami menyusun agenda pengabdian dulu, baru rencana jalan-jalan. Yups, hari pertama, kedua dan ketiga habis buat pengabdian. Walau demikian, tentu setiap sore hari dan ketika ada kesempatan disela-sela pengabdian, kami melakukan jalan-jalan. Seperti menikmati sunset di pelabuhan, makan malam di alun-alun karimunjawa, sampai foto-foto diatas kapan yang sedang bersandar.

Perjalanan wisata bahari karimunjawa di hari terakhir

Wisata Bahari Karimunjawa

Perjalanan wisata snorkling karimunjawa | Litalia
©wisatawan.id

Inilah hari terindah menikmati keindahan pulau karimunjawa. Mentari cerah, udara semilir seolah mendukung perjanan kami. Kami mengawali perjalanan ke pelabuhan untuk mengambil kapan melakukan perjalanan ke tengah laut. Tentu satu hal yang akan kami lakukan, snorkling, bercebur diri di tengah laut untuk menikmati keindahan bawah laut pulau karimunjawa. Berenang bersama ikan ikan laut di antara karang-karang berwarna-warna.

Dengan membawa sepotong roti lalu kami sebarkan di antara kami berenang, ikan-ikan mendekati kami. Saya dan teman-teman tak tahu nama ikan ini sama sekali yang kami lihat hanyalah warna-warna merah, hijau bahkan kombinasi unik dari mereka.

Wisata Bahari Karimunjawa

Keindahan pasir di tengah laut karimunjawa | Litalia
©wisatawan.id

Setelah melakukan snorkling, kami lanjutkan perjalanan ke laut yang lebih tengah. Ternyata ada satu keunikan disana, ada pesisir di tengah laut. Yaitu pesisir yang ada akibat air laut yang surut. Disana ada banyak ikan-ikan kecil yang hidup, termasuk satu ikan kecil yang sangat familiar di telinga kita. Ikan nemo.

Saya dan teman-teman bermain bersama ikan nemo. Rasanya ingin saya bawa pulang saja. Ikannya tak terlalu takut dengan manusia, sehingga bisa ditangkap dengan tangan kosong. Selain bermain bersama ikan, kami pergi kepulau tengah laut untuk menikmati es kelapa muda. Maklum, di pulau ini pohon kelapa tumbuh subur berjajar rapi. Seperti bayangan saya waktu kecil ketika pertama kali menggambar pantai. Pasti yang saya bayangkan adalah pantai pasir putih dengan banyak pohon kelapa disana. Inilah impian kecil saya yang terwujud.

Wisata Bahari Karimunjawa

Ikan Nemo di karimunjawa | Litalia
©wisatawan.id

Sayangnya, selama perjalanan kami tak sempat ke penangkaran hiu. Waktu tidak mengijinkan kami untuk kesana, kami harus segera pulang. Tetapi beberapa dari kami sempat mengunjungi bukit love, sebuah bukit yang menyuguhkan keindahan menatap hamparan pantai pasir putih dari ketinggian. Sayangnya, saya tak berkesempatan kesana, saya lebih memilih hunting foto mencari burung endemik pulau karimunjawa. Sayangnya pula, kamera saya tak mampu menjangkaunya. Burungnya mirip burung derkuku.

Akhir kata di Karimunjawa

Wisata Bahari Karimunjawa

Jernihnya lautan karimunjawa | Litalia
©wisatawan.id

Terakhir, bagi siapa saja yang ingin kesana menikmati keindahan wisata bahari karimunjawa, perlu diketahui pada waktu saya kesana di akhir tahun 2015 lalu listriknya hanya hidup pada pukul 18.00 sampai 06.00 pagi. Maklum listriknya masih menggunakan diesel atau PLTD, jadi sobat yang ingin kesana, siapkan powerbank untuk mengisi batre sobat disiang hari. Tapi sebelum pulang saya sempat mendengar kabar bahwa awal tahun 2016 PLN akan mencoba masuk kesana.

Oh ya, Signal handphone juga masih susah. Hanya beberapa saja yang signalnya menjangkau. Tetapi itu semua jelas terbayar dengan keindahan yang tersedia di karimunjawa. Liburan bersama orang terdekat, teman-teman juga bersama rekan kerja adalah hal terbaik yang bisa sobat lakukan disana.

https://i2.wp.com/www.wisatawan.id/wp-content/uploads/2016/05/Jernihnya-lautan-karimunjawa.jpg?fit=1024%2C459&ssl=1https://i2.wp.com/www.wisatawan.id/wp-content/uploads/2016/05/Jernihnya-lautan-karimunjawa.jpg?resize=150%2C150&ssl=1litaliaWisata BahariJepara,Konservasi,wisata air
Siapa yang tidak tertarik ditawari melakukan perjalanan ke karimunjawa sekaligus mengadakan pengabdian? Ini adalah tentang dua hal itu yang saya dan kawan-kawan satu perguruang tinggi lakukan di karimunjawa, berwisata sambil mengabdi. Oh bukan, tapi mengabdi sambil menikmati indahnya wisata bahari Karimunjawa. Pemandangan dari kapal penyebrangan karimunjawa | Litalia ©wisatawan.id Maklum, wisata...
The following two tabs change content below.

litalia

Writer at Wisatawan.id
Sebagai anak jurusan pendidikan sejarah, tentu saya menyukai perjalanan. dalam setiap perjananan pula, akan saya abadikan dalam memori dan jepretan kamera.