Teman-teman  pernah dengar Pulau Legenda atau Pulau Cinta? Kedua julukan ini dimiliki oleh Pulau Kemarau atau Pulau Kemaro Palembang. Pulau Kemaro termasuk destinasi favorit di Palembang. Keindahan dan keunikannya jadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan lokal dan mancanegara. Apalagi ada legenda unik dibalik tempat wisata tersebut.

pagoda pulau kemaro palembang

Pagoda Pulau Kemaro Palembang | ©wisatawan.id/Cindy Larasati

Di Pulau Kemarau sendiri ada batu yang bertuliskan kisah cinta tragis, lho, teman-teman. Kira-kira setragis apa ya kisah cinta itu. Banyak orang penasaran dengan kisah cinta tragis yang disimpan di Pulau Kemarau. Percaya atau tidak, legenda berkata mulanya Pulau Kemaro adalah makam Siti Fatimah, putri raja Kerajaan Sriwijaya. Lalu, onggokan tanah yang dispekulasikan adalah makam tersebut, lama-kelamaan berubah jadi daratan, yang akhirnya terbentuklah Pulau Kemarau yang terkenal ini.

Nama Pulau Kemarau sendiri diambil, karena uniknya pulau ini selalu mengalami musim kemarau, walaupun volume air di Sungai Musi sedang meningkat. Itulah kenapa di Pulau Kemarau udara cukup panas. Aneh banget, kan, teman-teman.

Lokasi Pulau Kemaro Palembang
Letaknya di antara perindustrian Pertamina dan Pusri. Pulau Kemarau ini ada di tengah-tengah Sungai Musi, teman-teman. Karena lokasinya itu, kalau teman-teman mau berkunjung ke sana, harus sewa ketek atau boat gitu. Ketek itu perahu bermesin. Ketek ada banyak di sekitar Jembatan Ampera, di dermaga depan Benteng Kuto Besak. Harganya tergantung kesepakatan antara teman-teman dengan pemilik ketek.

Untuk aksesnya bisa dari Jembatan Ampera, dari dermaga Sungai Batang, dari Kampung Dompu atau dermaga milik PT Pusri juga bisa. Waktu naik ketek, teman-teman bisa menikmati pemandangan di sekitar Sungai Musi. Bakal ada banyak rumah apung penduduk sekitar. Hilir-mudik kapal juga nggak akan terlewatkan.

Biaya dan Harga Tiket Masuk Pulau Kemaro
Untuk masuk ke Pulau Kemarau, teman-teman nggak dikenakan biaya, alias free. Jadi, tinggal bayar biaya transportasi aja. Sebenarnya, ada sensasi tersendiri juga kalau teman-teman naik ketek. Nantinya akan ada gelombang-gelombang akibat hilir-mudik kapal-kapal besar. Bakal was-was juga sih kalau naik ketek, apalagi kalau nggak bisa berenang. Tapi, lama-kelamaan rasa was-was bakal hilang juga karena sudah mulai terbiasa dengan gelombang.

Sebenarnya, naik speed boat juga bisa. Kalau teman-teman ingin memacu adrenalin dan punya jiwa pemberani, kendaraan yang satu ini bisa teman-teman coba. Apalagi kalau teman-teman memang jarang menyusuri perairan, wajib dan kudu coba deh. Dijamin seru dan berkesan. Kelajuannya tinggi, ya maklum, namanya juga speed boat.

Keindahan dan Keunikan Wisata
Yang selalu jadi perhatian pengunjung di Pulau Kemaro Palembang itu adalah pagodanya. Bisa dibilang, pagodanya itu pusat dari Pulau Kemarau ini. Ada sembilan tingkat yang menjulang tinggi ke langit. Nggak kalah megah sama pagoda yang ada di Thailand, lho. Kita nggak boleh masuk ke dalam pagoda. Mungkin untuk menjaga keamanan dan kenyamanan. Di depan pagodanya ada patung naga yang unik dan besar. Cocok buat dijadikan background berfoto, pokoknya anti-mainstream.

Di sebelah pagoda, patung dewa emas juga terpajang kokoh. Untuk menghindari ulah tangan-tangan jahil, patung dewa ini dipagari. Lalu, ada juga klenteng. Klenteng ini nggak sembarang orang bisa masuk, cuma boleh dimasuki oleh orang-orang yang ingin beribadah saja.

Penampakan Pohon Cinta pulau kemaro palembang

Penampakan Pohon Cinta di Pulau Kemaro Palembang | ©wisatawan.id/Cindy Larasati

Sebenarnya, yang paling fenomenal itu pohon cinta. Kabarnya, kalau ada sepasang kekasih yang menuliskan nama mereka di pohon tersebut, kisah cinta mereka akan bertahan abadi, bahkan berakhir dalam sebuah ikatan pernikahan. Maka dari itu, banyak sepasang kekasih yang memanfaatkan momen tersebut. Pohonnya besar, tinggi menjulang, dan rindang. Uniknya, akarnya menjulai-julai gitu, teman-teman. Sama halnya dengan patung dewa, pohon ini juga dipagari.

Selain itu, ada batu yang bertuliskan kisah cinta tragis antara Siti Fatimah dan Han Bun An, kisah cinta dengan latar budaya yang berbeda, yaitu Palembang dan Cina. Batu ini berukuran cukup besar. Perpaduan warna merah kecoklatan, dan ada sedikit aksen kuningnya.

Unsur Budaya dan Peribadatan
Pulau Kemarau Palembang kental akan unsur Cina, Palembang, dan Arab. Tapi, yang paling dominan adalah unsur Cina. Kalau teman-teman datang ke sini, dijamin berasa kayak lagi jalan-jalan di Negeri Cina. Ada pula makam Siti Fatimah, dan Tan Bun An.

Pulau Kemaro akan sangat ramai ketika ada perayaan Cap Go Meh. Biasanya, pada saat Cap Go Meh, orang-orang akan datang untuk beribadah dan berziarah. Jalanan akan macet semua, karena memang akses ke sana ada banyak jalan. Tapi, dari semua jalan, harus menyebrangi Sungai Musi, dan itu perlu kendaraan air.

Keindahan Pulau Kemarau akan bertambah dua kali lipat kalau teman-teman datang pas acara keagamaan. Pulau Kemaro Palembang ini akan dihiasi lampion-lampion indah. Keadaannya akan lebih terang dan akan ada lebih banyak lagi wisatawan mancanegara.

Legenda Pulau Kemaro Palembang
Tan Bun An, putra raja Cina datang ke Palembang untuk berniaga. Jadi, untuk menjalin kerjasama dengan Kerajaan Sriwijaya, Tan Bun An menghadap raja Kerajaan Sriwijaya. Permintaan pun diterima oleh raja, dengan syarat,  keuntungannya harus dibagi. Tan Bun An menerima syarat itu. Karena kesepakatan itu, Tan Bun An sering datang ke kerajaan untuk membagi keuntungan.

Suatu ketika, Tan Bun An bertemu sama putri dari raja Kerajaan Sriwijaya. Cinta pada pandangan pertama pun tak bisa terelakkan. Keduanya sama-sama jatuh hati. Putri ini namanya Siti Fatimah, parasnya elok dan tingkah lakunya sopan. Banyak pemuda jatuh hati padanya. Namun, raja ingin anaknya ini punya pasangan yang sederajat.

Karena tidak mau melewatkan cintanya pada Siti Fatimah, Tan Bun An menemui raja untuk mempersunting Siti Fatimah. Lamaran diterima, tapi raja memberi syarat kepada Tan Bun An. Tan Bun An harus memberi raja tujuh guci emas sebagai mas kawinnya. Sebenarnya, ada yang bilang tujuh, ada juga yang bilang sembilan.

Tan Bun An datang ke daratan Tiongkok bersama Siti Fatimah. Sepulang dari sana, mereka dihadiahi tujuh guci berisi emas. Namun, untuk menghindari bajak laut, emas dalam guci itu ditutupi oleh sawi asin. Ketika tujuh guci sampai di Palembang, Tan Bun An segera membukaya. Ia begitu kaget saat melihat kalau isinya itu sawi asin, bukan emas. Tan Bun An nggak tau kalau di balik sawi-sawi asin yang sudah busuk itu tersembunyi emas-emas permintaannya. Dengan kesal dan marah, dibuangnyalah guci-guci itu ke Sungai Musi. Saat guci terakhir hendak dibuangnya, ia terkejut ketika guci itu terjatuh di dek kapal, dan isinya ada emas. Ia baru menyadari bahwa enam guci lainnya juga berisi emas. Akhirnya, Tan Bun An dan pengawalnya menceburkan diri ke Sungai Musi untuk mengambil guci-guci itu.

Siti Fatimah sangat cemas melihat calon suami dan pengawalnya tidak muncul ke permukaan. Jadi, ia juga menceburkan diri. Sebelumnya, ia sempat berpesan kalau ada onggokan tanah di tepi sungai, maka itulah makamnya. Akhirnya, Siti Fatimah, Tan Bun An, dan pengawalnya tewas tenggelam. Makamnya ada di Pulau Kemarau. Menurut saya, kisah ini tragis tapi aneh. Aneh, karena untuk apa mereka menceburkan diri kalau mereka sebenarnya tidak bisa berenang. Kebanyakan orang berpendapat bahwa kisah ini romantis tapi tragis.

Tips Berwisata Ke Pulau Kemaro

  1. Pakailah pakaian yang nyaman. Soalnya, udara di Pulau Kemaro Palembang cukup panas.
  2. Tawarlah harga ketek atau boat semurah-murahnya. Lebih baik negosiasi dulu, jangan langsung buat kesepakatan harga.
  3. Bawa makanan dan minuman biar nggak dehidrasi.

Wisata lainnya: Pesona Pulau Samalona

Tunggu apa lagi, teman-teman. Kunjungilah pulau kemaro palembang ini untuk melihat-lihat pagoda, wihara, batu legenda, patung dewa emas, dan pohon cinta. Dijamin seru, bisa lihat-lihat budaya Cina juga. Selain dapat hiburan, pengetahuan tentang legenda dan sejarah juga bertambah. Sekali dayung, dua tiga pulau terlampaui, teman-teman.

https://i1.wp.com/www.wisatawan.id/wp-content/uploads/2016/09/b.png?fit=497%2C360&ssl=1https://i1.wp.com/www.wisatawan.id/wp-content/uploads/2016/09/b.png?resize=150%2C150&ssl=1cindylarasatiKepulauanPalembang,Sumsel
Teman-teman  pernah dengar Pulau Legenda atau Pulau Cinta? Kedua julukan ini dimiliki oleh Pulau Kemarau atau Pulau Kemaro Palembang. Pulau Kemaro termasuk destinasi favorit di Palembang. Keindahan dan keunikannya jadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan lokal dan mancanegara. Apalagi ada legenda unik dibalik tempat wisata tersebut. Di Pulau Kemarau sendiri...
The following two tabs change content below.

cindylarasati

Mahasiswa jurusan Akuntansi di Politeknik Negeri Sriwijaya yang senang menulis.