Khatulistiwa, pastinya gansis tau dong dengan garis terkenal didunia ini? Indonesia memang sangat kaya dan terletak di posisi geografis yang strategis, Pontianak merupakan salah satu kota yang terkenal karena dilewati oleh garis ini. Nah, salah satu kota yang dilewati oleh garis ini juga terdapat di Sumatera Barat, tepatnya di Pasaman. Jika agan dan sista tertarik dengan fenomena garis khatulistiwa, agan sista bisa menuju destinasi wisata Museum Tuanku Imam Bonjol, tempat diadakannya perayaan titik kulminasi (fenomena alam garis khatulistiwa).

Museum Tuanku Imam Bonjol dilewati garis khatulistiwa

©wisatawan.id/Nisa UK

Museum Tuanku Imam Bonjol ini terletak pada lintasan jalan antar Sumatera, sehingga mudah diakses dan tidak memerlukan transportasi khusus untuk mencapainya.

Perjalanan Menuju Museum Tuanku Imam Bonjol

Daerah tempat museum ini bernama Bonjol kabupaten Pasaman, berjarak lima jam perjalanan dari kota Padang. Jika kita datang dari arah kota Padang, kita melintasi kota Bukittinggi terlebih dahulu. Sebagai persiapan agan dan sista, perjalanannya cukup membuat pusing, karena kondisi jalanan yang penuh tikungan, Jalan menuju Pasaman ini sudah terkenal sebagai tempat ujian para pelancong dari rasa mabuk . Jadi persiapkan obat yaaaa…

Tiba di Bonjol Pasaman, yang pertama menyambut kita adalah tugu equator. Dengan replika bumi disamping kiri dan kanan jalan. Replika ini dihubungkan oleh jembatan yang dapat kita sebrangi. Ini bisa agan dan sista jadikan tempat spot foto dan mencoba melintasi garis khatulistiwa. Belum pernah bukan?

Museum Tuanku Imam Bonjol dilewati garis khatulistiwa

©wisatawan.id/Nisa UK

Tempat wiasata ini tepat di sebalah jalan antar Sumatera, jadi sangat mudah untuk diakses. Sebelah kanan jalan akan tampak pagar yang mengitari museum, sebelum sampai kepintu museum kita akan dimanjakan dengan taman bunga dan taman anak-anak. Untuk harga masuknyapun tidak mahal, yaitu dewasa Rp.2000,00 dan anak-anak Rp.1000.00. sangat murah dan terjangkau bagi semua lapisan masyarakat. Berwisata ditempat ini selain mendapatkan hiburan kita juga mendapatkan pelajaran. Sangat cocok bagi agan dan sista yang ingin membawa anak, ponakan atau adik iparnya ke sini.

Event di Museum Tuanku Imam Bonjol

Nah, bagi agan dan sista yang ingin melancong ke Pasaman ini, kita sarankan untuk pergi ketika event-event tertentu. Karena selain lebih banyak wahana, pada event tertentu kita juga bisa melihat banyak pertunjukan. Salah satu event tahunan yang selalu dilakukan oleh pemerintah adalah perayaan titik kulminasi. Merupakan sebuah fenomena alam yang hanya agan dan sista rasakan jika berada di lintasan garis khatulistiwa.

Keistimewaan dari titik kulminasi ini adalah bayangan kita tidak akan terlihat tepat pada jam 12.00 siang, dan jika keadaan cerah cahaya matahari akan mudah membakar benda yang ada dilintasan dengan bantuan alat kaca pembesar. Fenomena alam ini hanya datang dua kali dalam setahun, yaitu tanggal 23 Maret dan 23 September. Pada salah satu tanggal ini biasanya pemerintah mengadakan pesta penyambutan titik kulminasi. Acara tersebut akan diisi dengan peragaan kebudayaan seperti tari-tarian dan pertunjukan musik.

Pada acara puncak pemerintah dan warga bisa menghidupkan api pada garis khatulistiwa menggunakan sinar matahari, sepanjang garis khatulistiwa akan dibuatkan pipa dengan minyak sebagai medianya. Jika agan sista ingin bewisata ke garis khatulistiwa, maka sangat pas jika datang pada tgl 23 Maret atau 23 September. Agar bisa menyaksikan sendiri bayangan yang hilang dalam beberapa detik terjadinya titik kulminasi.

Selain event titik kulminasi, perintah juga biasanya mengadakan acara ketika memperingati hari besar Tuanku Imam Bonjol. Pada tahun 2017 ini, perayaannya diadakan dengan mengadakan pemecahan rekor muri dengan meyiapkan 1.821 buah meriam bambu. Acara ini dilakukan di benteng pertahanan Bukit Tak Jadi yang ada disekitar Museum Tuanku Imam Bonjol.

Menggeledah Museum Tuanku Imam Bonjol

Sebelum masuk ke museum mari kita sedikit berkenalan dulu dengan Tuanku Imam Bonjol itu sendiri. Imam Bonjol bernama asli Muhammad Shahab, lahir di Bonjol, Pasaman, Sumatera Barat pada 1772. Tuanku Imam Bonjol ini salah satu tokoh yang melawan invasi Belanda yang pada akhirnya meletuskan perang Padri yang tercatat sebagai sejarah Indonesia. Selain itu, beliau juga terkenal sebagai penyampai dakwah yang paling berpengaruh di Sumatera hingga kini tercatat sebagai pahlawan nasional kita.

Museum Tuanku Imam Bonjol dilewati garis khatulistiwa

©wisatawan.id/Nisa UK

Event diatas hanya bonus bagi agan sista yang ingin ke sini. Tujuan utama kita pasti ingin masuk kedalam museum imam bonjol. Nah, bangunan ini terdiri dari dua lantai, lantai pertama akan disuguhkan bagi gansis barang-barang pribadi milik pahlawan Nasional ini. Seperti senjata yang dipakai masa perperangan, lukisan-lukisan dan silsilah dari keluarga Tuanku Imam Bonjol.

Naik ke lantai dua, kita akan menemukan barang-barang kuno seperti peralatan dapur, uang kuno, keramik antik dan lainnya. Pada lantai dua ini memang diisi dengan benda yang tidak berhubungan dengan Tuanku Imam Bonjol, karena masih sedikitnya temuan barang-barang pribadi milik Tuanku Imam Bonjol.

Wisata menarik lainnya: Festival Tabuik, budaya khas Pariaman.

Salah satu destinasi wisata yang menarik bukan agan dan sista? Selain merasakan suasana baru, agan dan sista akan merasakan sensasi melintasi garis khatulistiwa sambil belajar sejarah. Sangat cocok buat agan dan sista yang sedang belajar atau membawa sanak saudara. Yuk kita diskusi macam-macam museum yang pernah agan sista kunjungi.

https://i0.wp.com/www.wisatawan.id/wp-content/uploads/2017/08/Tugu-Equator-Khatuslistiwa.jpg?fit=1024%2C768&ssl=1https://i0.wp.com/www.wisatawan.id/wp-content/uploads/2017/08/Tugu-Equator-Khatuslistiwa.jpg?resize=150%2C150&ssl=1Nisa UkBerbudayaSumbarMuseum,Pasaman,Wisata Edukasi,Wisata Sejarah
Khatulistiwa, pastinya gansis tau dong dengan garis terkenal didunia ini? Indonesia memang sangat kaya dan terletak di posisi geografis yang strategis, Pontianak merupakan salah satu kota yang terkenal karena dilewati oleh garis ini. Nah, salah satu kota yang dilewati oleh garis ini juga terdapat di Sumatera Barat, tepatnya di...
The following two tabs change content below.

Nisa Uk

Seorang perempuan yang terlahir di daerah ujung Sumatera Barat, dengan tiga adik dan dua kakak. Sekarang berada di negeri perantauan untuk mencari kehidupan yang lebih baik. Masih sangat mengharapkan bisa kembali ke Sumbar ketika sudah tua nanti. Sangat suka pantai dan air dan belum pernah nanjak ke pegunungan. Menyukai wisata alam dibandingkan wisata dengan wahana buatan manusia.