Jika Ingin bernolstagia ke masa lalu, anda dapat ke Museum Kereta Api Ambarawa. Di sana, kau akan merasakan sensasi menikmati perjalanan berkeliling kota ambarawa menggunakan kereta api uap. Seolah berkendara di masa lalu. Rutenya pun sangat menggoda, anda akan melewati area hijau persawahan dan dapat melihat gunung-gunung di sekitarnya.

Kerata di Museum kereta api ambarawa

Kerata di Museum Kereta Api Ambarawa | ©Litalia/wisatawan.iD

Museum Kereta Api Ambarawa adalah sebuah stasiun tua yang dialihfungsikan sebagai museum di daerah Ambarawa. Museum ini memiliki paket perjalanan wisata menggunakan kereta api uap. Museum Kereta Api Ambarawa merupakan sebuah museum kelengkapan kereta api yang pernah sangat berjaya pada masanya. Museum ini terletak di Ambarawa, Jawa Tengah, sekitar 20 km dari Ungaran, Kabupaten Semarang.

Keunikan Museum Kereta Api Ambarawa

Yang unik dari museum ini adalah tersedianya paket wisata menggunakan kereta uap dengan lokomotif nomor B 2502 dan B 2503 buatan Maschinenfabriek Esslingen. Kereta ini merupakan jenis kereta api uap bergerigi yang merupakan salah satu dari jenisnya yang hanya tersisa tiga buah saja di seluruh dunia. Maka tidak heran jika perjalanan wisata di museum kereta api ambarawa menjadi sangat istimewa. Sebab kereta api ini merupakan jenis kereta api yang unik dan sangat langka. Dua “saudara kandung”-nya terpisah negara dengannya, yakni di Swiss dan India.

Namun jangan buru-buru berpikiran jika satu-satunya yang unik di museum kereta api ambarawa hanyalah paket wisatanya. Selain koleksi kereta yang masih berfungsi, di museum ini juga terdapat banyak sekali jenis lokomotif uap. Mulai dari seri B, C, D hingga CC yang merupakan jenis lokomotif terbesar. Awalnya, stasiun kereta api yang kemudian dialihfungsikan sebagai museum ini didirikan atas permintaan King William I dengan tujuan untuk mengangkut pasukan.

Suasana di dalam museum kereta

Suasana di dalam museum kereta | ©Litalia/wisatawan.iD

Namun pada tahun 1970, stasiun kereta api ambarawa ditutup, sehingga jalur operasinya yang meliputi Magelang- Semarang- Yogyakarta pun tidak ada lagi. Hingga pada tahun 1976, Soepardjo Roestam, Gubernur Jawa Tengah pada masa itu mengubah fungsi stasiun menjadi museum kereta api. Museum ini menjadi tempat favorit liburan keluarga, karena suasananya yang berhasil membawa para pengunjung kembali ke masa dimana kereta api masih sangat berjaya, yaitu masa kejayaan kereta dari Nederlandsch-Indische Maatschappij Spoorweg.

Museum kereta api Ambarawa kemudian resmi didirikan pada tanggal 6 Oktober 1967, dengan 21 koleksi lokomotif uap. Tiga diantaranya dapat dioperasikan, termasuk yang digunakan untuk paket wisata perjalanan kereta api uap. Museum kereta api ambarawa juga memiliki koleksi seputar kereta api baru, seperti kereta kayu CR dari Madura, NR kayu dari Balai Yasa Yigyakarta, kereta kayu dari Kebonpolo Magelang. Ada juga gerbong GR dari Balai Yasa Manggarai, serta lokomotif DD 5512 dan lokomotif diesel CC 20015 yang dulu berbasis di Stasiun Jatibarang dan Cirebon.

Mendengar sejarah tentang kereta api uap dan museum kereta api ambarawa ini. Saya menjadi tertarik untuk turut mencoba paket wisata perjalanan kereta api yang ditawarkan oleh museum. Untuk bisa menikmati perjalanan yang unik ini. Pengunjung diharuskan membayar tiket sebesar Rp 50.000,- untuk satu orang untuk jarak tempuh sejauh 12 km. Meskipun relatif mahal, namun tampaknya harga tiket ini tidak menyurutkan antusiasme pengunjung untuk merasakan pengalaman naik kereta uap.

Perjalanan Kereta Api Ambarawa

Perjalanan kereta api uap ini membawa sebuah romatisme masa lalu yang memukau para penumpang, termasuk saya. Penumpang tidak hanya di dominasi oleh orang-orang tua saja, namun juga generasi yang lebih muda. Paket perjalanan kereta api ini dimulai dari Stasiun Ambarawa menuju Stasiun Tuntang. Setiap hari, kereta api diberangkatkan secara reguler sebanyak 3 kali saja, yaitu pada pukul 09.00, 11.00, dan 13.00 WIB. Jadi jika Anda ingin mencoba rasanya naik kereta api uap di museum ini, lebih baik datang di sekitar jam-jam tersebut, ya.

Rel kereta api ambarawa

Rel kereta api ambarawa | ©Litalia/wisatawan.iD

Kapasitas penumpang dalam kereta api uap yang tersedia sebanyak 150 tempat duduk saja, yang kemudian terbagi dalam tiga gerbong berdinding kayu yang sangat khas dengan suasana kolonial. Kereta akan melaju dengan kecepatan 5 km per jam. Sehingga para pengunjung akan leluasa menikmati pemandangan alam yang hijau dan indahnya danau Rawapening sepanjang perjalanan. Selain itu, hamparan jajaran pegunungan seperti Gunung Ungaran dan Gunung Merbabu. Juga dapat dinikmati lengkap dengan lanskap sawah dan ladang yang terhampar luas.

Kapan Anda ke Museum Kereta Api Ambarawa?

Meskipun kelihatannya tua, namun semua peralatan wisata dan bangunan yang ada di museum kereta api ambarawa ini masih dalam kondisi yang terpelihara baik. Sehingga Anda tidak perlu khawatir jika ingin berkunjung dan merasakan perjalanan wisata menggunakan kereta api uap ini. Jadi, kapan main ke Ambarawa? Dasi sini anda dapat berkunjung ke benteng willem 1 atau juga ke gua maria kerep ambarawa.

https://i2.wp.com/www.wisatawan.id/wp-content/uploads/2016/08/Kerata-di-Museum-kereta.jpg?fit=868%2C406&ssl=1https://i2.wp.com/www.wisatawan.id/wp-content/uploads/2016/08/Kerata-di-Museum-kereta.jpg?resize=150%2C150&ssl=1litaliaBerbudayaJatengAmbarawa,Napak Tilas,Wisata Bangunan Tua,Wisata Sejarah
Jika Ingin bernolstagia ke masa lalu, anda dapat ke Museum Kereta Api Ambarawa. Di sana, kau akan merasakan sensasi menikmati perjalanan berkeliling kota ambarawa menggunakan kereta api uap. Seolah berkendara di masa lalu. Rutenya pun sangat menggoda, anda akan melewati area hijau persawahan dan dapat melihat gunung-gunung di sekitarnya. Museum...
The following two tabs change content below.

litalia

Writer at Wisatawan.id
Sebagai anak jurusan pendidikan sejarah, tentu saya menyukai perjalanan. dalam setiap perjananan pula, akan saya abadikan dalam memori dan jepretan kamera.