Menurut sejarahnya, Minangkabau berasal dari kerajaan. Banyak temuan yang mendukung pernyataan tersebut, salah satunya adalah istana yang terletak di daerah Pagaruyuang. Agan sista bisa membayangkan bagaimana layaknya sebuah istana, bangunan yang besar dan peralatan yang mewah didalamnya. Begitu juga dengan istana pagaruyuang, walaupun terbuat dari kayu istana ini berdiri kokoh dan besar.

istana pagaruyuang

©wisatawan.id/Nisa UK

Ciri bangunannya seperti rumah adat tradisional minangkabau. Memiliki gonjong pada bagian atap dan memiliki rangkiang atau bangunan kecil kiri kanannya. Sebagai informasi untuk agan sista, bangunan kecil yang disebut rangkiang ini berfungsi sebagai tempat penyimpanan persediaan makanan dari istana.

Menuju istana pagaruyuang ini, bisa kita akses dari berbagai daerah. Dari Padang, kita bisa menuju jalan kearah Solok hingga tembus ke Batusangkar. Bisa juga dari Padang, melewati Padang Panjang, Agam dan menuju Batusangkar. Waktu yang kita perlukan menuju wisata ini adalah sekitar 3-4 jam perjalanan. Karena terletak di tepi jalan raya kita bisa mengaksesnya menggunakan kendaraan roda empat atau  roda dua. Diseberang istana ada lapangan parkir yang luas telah disiapkan. Harga parkir terjangkau Rp.2.000 untuk roda dua dan Rp.5.000 untuk roda empat.

Menjadi penghuni istana sehari

Bangunan megah ini berfungsi sebagai istana ratusan tahun silam, sekarang istana ini dialihkan untuk tempat wisata sejarah dan pameran barang-barang istana layaknya sebuah museum. Berkunjung kesini agan sista memiliki kesempatan untuk merasakan menjadi penghuni istana dalam sehari. Pengunjung diberikan kebebasan untuk mengakses semua ruangan yang ada diistana ini, dan agan bisa melihat dengan jelas dan langsung hingga peralatan kuno yang digunakan oleh raja-raja dahulu.

Ada tawaran yang harus agan sista ambil jika pergi kesini, yaitu menggunakan pakaian adat Minangkabau serta mengambil foto bak seorang putri atau pangeran. Pakaian disini disediakan dalam jumlah yang banyak sehingga agan sista bisa menggunakannya secara berkelompok dan berpasang-pasangan. Jika pakaian putri di istana biasanya menggunakan mahkota, istana pagaruyuang juga menawarkan hal yang sama. Masyarakat minangkabau menyebutnya dengan suntiang.

Setelah menggunakan pakaian suntiang ini, agan sista harus mengambil beberapa foto. Nah, ada spot-spot foto yang selalu menjadi favorit pengunjung. Berpose didepan istana pagaruyuang dengan memperlihatkan keseluruhan bangunan dan dijendela bangunan istana. Agan sista bisa dengan bebas memilih spot foto disekitar istana. Didalam juga tersedia spot foto yang bagus, karena banyak aksesoris istana yang masih terpasang dan menjadi pajangan di Istana Pagaruyuang.

istana pagaruyuang

©wisatawan.id/Nisa UK

Istana Pagaruyuang Sebagai Museum

Di istana Pagaruyuang kita tidak hanya melihat bangunan tok, agan sista. Tawaran yang dijanjikan istana ini adalah melihat bagaimana peralatan yang digunakan oleh raja dan keluarganya. Peralatan-peralatan seperti yang digunakan ratusan tahun lalu disimpan dan dipamerkan kepada pengunjung. Mulai dari tempat duduk raja, kamar raja, tempat makan, hingga peralatan dapur dapat kita lihat.

Bangunan ini terdiri dari tiga lantai yang terhubung oleh tangga kecil yang tinggi. Pada lantai pertama kita masuk, oh iya agan sista, kita masuk tidak boleh menggunakan sandal dan sepatu ya. Di tangga masuk sudah disediakan tempat penitipan sandal sepatu atau memasukannya kekantong yamg kita bawa. Ini dilakukan untuk menjaga kebersihan istana dan peralatan yang ada.

Pada lantai pertama ini agan akan melihat bangunan yang luas tanpa sekat dan tinggi. Konon raja Minangkabau memang memiliki tubuh besar yang tinggi, dan ruangan yang biasa digunakan untuk berkumpul serta bermusyawarah.

Naik kelantai dua kita akan melihat pemandangan yang sangat indah kearah belakang istana. Dibukit belakang istana yang dapat dilihat melalui jendela kecil di lantai dua ini sangat gagah dan tinggi. Ditengah-tengah bukit ini juga tertulis dengan jelas nama kota tempat Istana ini berada, Batusangkar. Dilantai dua ini tidak seluas dengan lantai satu, relative kecil dan ditengah-tengah ruangan seperti lantai bawah, dibiarkan tanpa ada sekat.

Setelah melihat-lihat bangunan utama, kita bisa berjalan kebelakang melalui jembatan penghubung untuk pergi ke dapur istana. Di dalam ruangan ini selayaknya dapur biasa dengan beberapa peralatan masak dan bahan makanan. Jika agan sista pergi kesini akan melihat peralatan dapur yang masih sangat tradisional dan umumnya terbuat dari kayu. Disinilah makanan untuk orang-orang istana diolah oleh pembantu kerajaan.

Istana Pagaruyuang Sering Disambar Petir

Nah, agan sista jika kesini akan melihat bangunan berdiri gagah dan besar. Namun agan sista harus mengetahui sedikit banyak hal luar biasa yang terjadi disini. Tau nggak agan sista, istana ini pernah terbakar disembar petir lebih dari satu kali. Istana ini bukan istana asli dari zaman kerajaan, tapi berupa replika karena pada tahun 1966, istana tersebut terbakar disambar petir. Ini menjadi sejarah pertama istana pagaruyuang disambar petir.

Wisata menarik lainnya: Festival Tabuik, budaya khas Pariaman.

Kebakaran yang terjadi selanjutnya terjadi belum lama ini, pada tahun 2007 petir menyambar bagian puncak istana. Barang-barang berharga didalam istana juga ikut hangus dan hanya menyisakan sekitar 15% barang berharga. Membangun kembali istana ini pasca kebakaran membutuhkan biaya yang tidak sedikit, namun jika sekarang agan sista pergi berwisata kesini agan sista sudah bisa menikmati kemegahan dari istana Minangkabau ini seperti sedia kala.

https://i1.wp.com/www.wisatawan.id/wp-content/uploads/2017/09/pagaruyuang-Tampak-Depan.jpg?fit=1024%2C682&ssl=1https://i1.wp.com/www.wisatawan.id/wp-content/uploads/2017/09/pagaruyuang-Tampak-Depan.jpg?resize=150%2C150&ssl=1Nisa UkBerbudayaSumbarBatusangkar,Minangkabau,Museum,Wisata Sejarah
Menurut sejarahnya, Minangkabau berasal dari kerajaan. Banyak temuan yang mendukung pernyataan tersebut, salah satunya adalah istana yang terletak di daerah Pagaruyuang. Agan sista bisa membayangkan bagaimana layaknya sebuah istana, bangunan yang besar dan peralatan yang mewah didalamnya. Begitu juga dengan istana pagaruyuang, walaupun terbuat dari kayu istana ini berdiri...
The following two tabs change content below.

Nisa Uk

Seorang perempuan yang terlahir di daerah ujung Sumatera Barat, dengan tiga adik dan dua kakak. Sekarang berada di negeri perantauan untuk mencari kehidupan yang lebih baik. Masih sangat mengharapkan bisa kembali ke Sumbar ketika sudah tua nanti. Sangat suka pantai dan air dan belum pernah nanjak ke pegunungan. Menyukai wisata alam dibandingkan wisata dengan wahana buatan manusia.