Destinasi wisata kita kali ini adalah sebuah wisata budaya dari sumatera yang merupakan perhelatan akbar dari tahun 19 Masehi. Hoyak Tabuik, merupakan salah satu acara tahunan yang dilakukan oleh masyarakat Pariaman pada tangga 10 Muharram. Jika agan sista mencari tahu tentang acara ini, akan banyak artikel yang menggambarkan suasananya. Terlebih jika melihat videonya, tetapi tidak akan lengkap jika kita tidak menyaksikan langsung festival Tabuik budaya khas Pariaman ini.

festival tabuik budaya khas pariaman

©wisatawan.id/Nisa UK

Acara festival tabuik ini sebenarnya tidak hanya dilakukan sehari, tetapi mulai dari tanggal 1 muharram hingga 10 muharram sebagai acara puncak. Ada tujuh tahapan ritual dari rentang waktu tersebut yang harus dilakukan masyarakat Pariaman. Tapi pada artikel ini kita hanya akan membahas suasana puncak dari ritual tabuik tersebut.

Pada acara ini akan ada ribuan masyarakat yang memadati kota Pariaman. Puncak acara ini dilakukan pada hari menjelang maghrib, jadi bagi para agan sista yang datang dari kota yang jauh disarankan untuk memastikan akomodasi yang aman dulu agar tidak terlantar dikota tersebut. Selain karena acaranya yang berakhir menjelang malam, setelah acarapun biasanya terjadi kemacaten yang panjang.

Keamanan Festival Tabuik

Jika agan sista mencoba mengetikan tabuik pada kolom pencarian google, agan dan sista akan melihat ribuan kepala manusia di tepi pantai mengarak-arak tabuik tersebut. Gansis yang memiliki anak dan ingin ikut serta dalam perhelatan ini tidak usah khawatir, karena setiap sudut daerah ini akan di sediakan posko pengaduan dan keamanan oleh panitia acara. Tidak lupa juga untuk pengamanan dibibir pantai, karena acara ini bepuncak dibibir pantai dengan kegiatan melempar tabuik hingga kelaut. Pemerintah juga menyiagakan keamanan bagi pengunjung dengan regu selam yang bisa dikenali dari seragamnya.

festival tabuik budaya khas pariaman

©wisatawan.id/Nisa UK

Hal yang sering terjadi pada acara puncak ini adalah terpisahnya orang tua dan anak diantara ribuan orang. Bagi agan sista yang akan membawa anggota keluarga harus sangat memperhatikan ini. Walaupun tim keamanan yang sudah disediakan sangat banyak, tetap saja jangan sampai lalai agar liburan kita tetap enak dan aman.

Selain itu, yang menjadi masalah penting lainnya adalah ketersediaan parkir untuk mengakses Festival tabuik tersebut. Acaranya tidak hanya disaksikan oleh masyarakat pariaman, tetapi juga warga yang berasal dari daerah yang berbeda. Usahakan bagi kita untuk mencari tempat parkir yang strategis dan aman dari kejahatan . Akses keluar dari daerah tersebut juga harus agan perhatikan agar tidak terjebak macet selama berjam-jam setelah acara tabuik usai.

Pertunjukan Budaya Pada Acara Tabuik

Ketika agan dan sista datang menyaksikan festival budaya khas Pariaman, tidak hanya acara tersebut yang dapat agan sista lihat. Ada rangkaian pertunjukan budaya lain yang mampu memikat hati kita, salah satunya yaitu pertunjukan langsung gendang atau rebana dari masyarakat Pariaman. Nah, dalam pertunjukan musik ini, agan sista bisa ikut berpartisipasi langsung menari atau ikut menyanyi. Biasanya anggota pemusik tersebut akan mengajak kita ikut larut dalam permainan tersebut.

Uniknya dari pertunjukan langsung musik ini adalah pemain yang menabuh gendangnya kebanyakan adalah anak-anak dan ibu-ibu. Mereka sangat piawai memainkan musik dengan alunan yang terdengar menyedihkan mendukung kegiatan hoyak tabuik. Gendang ini merupakan alat musik yang tidak boleh ditinggalkan pada setiap acara hoyak tabuik.

festival tabuik budaya khas pariaman

©wisatawan.id/Nisa UK

Selain gendang ini, masyarakat juga akan mendirikan panggung hiburan yang diisi dengan alat musik modern. Alat musik ini biasanya digunakan pada malam hari untuk hiburan penutup malam. Agan sista yang membawa anak jangan takut anaknya akan bosan selama acara ini, karena disekitar lapangan acara tabuik akan banyak wahanan permainan anak yang disediakan oleh masyarakat, harganyapun terjangkau dari Rp.10.000,- hingga Rp.20.000.00

Iringan yang paling dinantikan ketika festival tabuik ini adalah pertunjukan debus yang dilakukan masyarakat sebagai gambaran penyesalan mereka. Mulai dari memukul hingga membakar diri sendiri menjadi pengiringan tabuik yang akan dibuang ke laut. Hal ini dilakukan oleh orang profesional, dan sudah dijamin keamanannya. Bagi agan sista jangan pernah mencontoh adegannya dirumah ya.

Dibalik Festival Tabuik

Tujuan pemerintah dalam acara ini tidak hanya untuk melestarikan budaya khas Pariaman yang telah ada. Namun juga menjadi ajang promosi wisata bahari yang ada di Pariaman. Pariaman memiliki pantai yang indah dan ada empat pulau yang bisa agan sista kunjungi. Salah satunya pulau penangkar penyu yang disinggahi penyu-penyu dewasa untuk bertelur. Agan sista bisa sekalian pergi ke pulau ini setelah melihat tabuik. Sekali setahun pulau ini akan ramai dikunjungi oleh masyarakat ketika musim menetas penyu tiba, dan pemerintah Pariaman beberapa tahun belakangan sangat konsen dengan perkembangan penyu tersebut.

festival tabuik budaya khas pariaman

©wisatawan.id/Nisa UK

Nah, ada bonus bagi agan dan sista yang pergi melihat budaya tabuik ini. Permainan air juga bisa kita nikmati sementara menunggu acara puncak tabuik. Seperti banana boot dan berlomba bermain layang-layangan. Layang-layang disini dijual dengan harga terjangkau yaitu Rp.10.000,00/buah. Bentuknya juga beragam, dengan pilihan warna yang beragam pula.

Coba pantai ini: Pantai Carocok Painan, tidak kalah indah dari pantai di Bali.

Menarik bukan, untuk dikunjungi. Agan sista bisa menikmati alam sekaligus melihat salah satu budaya yang sudah berpuluh-puluh tahun diadakan ini. Jangan lupa, jika sudah datang pada acara tabuik tuliskan komentar agan sista pada kolom komentar yaa…

https://i0.wp.com/www.wisatawan.id/wp-content/uploads/2017/08/Tabuik-Pariaman.jpg?fit=1024%2C682&ssl=1https://i0.wp.com/www.wisatawan.id/wp-content/uploads/2017/08/Tabuik-Pariaman.jpg?resize=150%2C150&ssl=1Nisa UkBerbudayaSumbarFestival Budaya,Pariaman
Destinasi wisata kita kali ini adalah sebuah wisata budaya dari sumatera yang merupakan perhelatan akbar dari tahun 19 Masehi. Hoyak Tabuik, merupakan salah satu acara tahunan yang dilakukan oleh masyarakat Pariaman pada tangga 10 Muharram. Jika agan sista mencari tahu tentang acara ini, akan banyak artikel yang menggambarkan suasananya....
The following two tabs change content below.

Nisa Uk

Seorang perempuan yang terlahir di daerah ujung Sumatera Barat, dengan tiga adik dan dua kakak. Sekarang berada di negeri perantauan untuk mencari kehidupan yang lebih baik. Masih sangat mengharapkan bisa kembali ke Sumbar ketika sudah tua nanti. Sangat suka pantai dan air dan belum pernah nanjak ke pegunungan. Menyukai wisata alam dibandingkan wisata dengan wahana buatan manusia.