Tak salah memang pemerintah jateng menyanangkan program visit jateng dari beberapa tahun yag lalu. Jateng menyimpan pesona wisata yang luar biasa, sayangnya masih banyak yang belum terawat dengan baik. Salah satunya benteng willem I ambarawa atau oleh masyarakat sekitar disebut benteng pendem. Benteng ini masih menjadi konflik kepemilikan antara militer dengan dinas pariwisata.
[image-caption-hover id=”39″] Walau demikian, sobat bisa berkunjung kesana untuk mengenang masa lalu, masa penjajahan. Kabarnya benteng ini dulu menurut beberapa sumber, membutuhkan waktu hingga 18 tahun lamanya agar benteng ini berdiri dengan 1200 pekerja setiap hari. Akhirnya tahun 1834 benteng ini selesai dibangun. Fungsi utama benteng ini dulunya adalah sebagai kompleks militer lengkap dengan tangsi, perbekalan, gudang senajata, lapangan tembak dan latihan serta rumah sakit dengan 12000 tentara. Bisa dibanyangkan betapa hebatnya benteng yang menelan biaya 4.426.698 gulden ini.

Nama willem I diambil dari nama raja Belanda yang pertama Raja Belanda pertama, Willem Frederik Prins van Oranje-Nassau atau Willem I Frederick.
[image-caption-hover id=”40″] Benteng willem I sempat beralih fungsi ketika Belanda tidak lagi berkuasa di Hindia Belanda, Benteng Willem I beralih menjadi benteng pertahanan pasukan Inggris pada tahun 1945. Dan Pasca kemerdekaan NKRI, benteng ini menjadi penjara tahanan politik tahun 1965. Sampai akhirnya pada tahun 2003, benteng ini berfungsi sebagai LP kelas II A – Ambarawa.

Sobat, bagi saya yang menarik dari benteng willem satu adalah desainnya yang berbentuk persegi panjang dua lantai, dimana setiap lantai berisi ruang-ruang yang mirip barak tentara melingkari bangunan utama (kini menjadi gedung perkantoran untuk pimpinan). Ada tiga bangunan yang masih difungsikan, paling selatan sebagai lapas ambarawa, gedung yang berada ditengan tengah sebagai tempat tinggal atas militer, dan gedung paling utara ditinggali warga.
[image-caption-hover id=”41″] Sementara bangunan-bangunan yang lain kondisinya tidak terawat. Tetapi itu malah menunjukkan sisi eksotisnya. Dengan keadaan masih seperti aslinya, beberapa bangunan masih memiliki pintu dan anak tangga dari kayu jati. Keadaan benteng willem I mungkin tidak jauh berbeda dengan beberapa benteng peninggalan Belanda di pulau jawa, seperti benteng Vastenburg di kota Solo, ementara Benteng Vredeburg, dan Benteng Ujung Pandang atau Fort Rotterdam di Makassar yang difungsikan sebagai museum. Tetapi kondisi inilah yang mungkin menjadikan benteng willem I ini menjadi lokasi syuting beberapa film nasional, salah satunya adalah film Sang Kiai dengan bintang Christine Hakim.

Fasilitas

Sobat, kalau saya diminta berbicara soal fasilitas, sejujurnya saya bingung harus berbicara apa. Sebaba benteng willem I kini masih dalam konflik. Beda dengan satu hingga dua tahun yang lalu dimana sudah sempat di kelola. Kini sobat yang ingin kesana hanya bisa menikmati bangunan benteng dengan udara cukup sejuk di sore hari, maklum dekat dengan area persawahan. Jadi saya pastikan walau fasilitas penunjang belum ada. Sobat tidak akan kecewa kesana.

Selain sobat bisa mengenang sejarah dan melihat lokasi yang jadi syuting beberapa film nasional, sobat juga bisa berfoto-foto dan menikmati arsitektur yang menelah banyak biaya. Silakan sobat berkeliling, saya pastikan sobat bakalan takjub dengan arsitektur dan bentuk bangunanya.

Akses menuju lokasi

Benteng willem I terletak di Ambarawa,  sekitar 40 km dari Kota Semarang dan termasuk wilayah Kabupaten Semarang. Dari semarang cukup lewat jalan semarang jogja, ketika sobat sudah memasuki kawasan kampung rawa, silakan sobat lihat sebelah kanan sobat. Ingat, kampung rawa ada disebelah kiri sobat. Benteng ini terlihat dari jalan raya kok sobat, hanya dibatasi beberapa sawah dari jalan raya.

Lokasi Benteng willem I dekat dengan museum Kereta Api, atau persis dibelakang RSUD Ambarawa dan berada di Kompleks Lapas Kelas II Ambarawa. Benteng ini juga pernah digunakan sebagai tempat syuting film Soekarno.
[image-caption-hover id=”42″] Yang perlu sobat ingat ketika berada di kawasan benteng willem I adalah kesopanan sobat. Di benteng ini ada peraturan, sobat harus minta ijin dulu sebelum menikmati keeksotisanya plus sobat juga tidak boleh ramai selama berkeliling. Sebab inget, benteng ini ada penghuninya. Selain mengunjungi bentel willem I sobat juga bisa berkunjung ke beberapa tempat wisata lain di Ambarawa seperti Palagan Ambarawa dan Museum Kereta Api, serta satu lokasi wisata yang baru dibuka, Eling Bening.

Wisata menarik lainnya: Eksotisme sisa candi Gedong Songo.

Nah terakhir sebagai penutup perjalanan sobat, sekali lagi benteng willem memang eksotis, terutama bagi pecinta fotografi. Boleh dibilang inilah surganya sebab hampir semua sudut tempat ini bisa dijadikan sebagai objek foto. Walau memang perlu disayangkan kenyataan bahwa pemerintah tidak memperhatikan bangunan peninggalan bersejarah ini. Untuk itu mari kita ramaikan benteng willem I agar pemerintah terbuka.

https://i2.wp.com/www.wisatawan.id/wp-content/uploads/2016/05/4.-IMG_4997-Copy.jpg?fit=1024%2C682&ssl=1https://i2.wp.com/www.wisatawan.id/wp-content/uploads/2016/05/4.-IMG_4997-Copy.jpg?resize=150%2C150&ssl=1litaliaBerbudayaJatengAmbarawa,Benteng,Cagar Budaya,Wisata Bangunan Tua,Wisata Sejarah
Tak salah memang pemerintah jateng menyanangkan program visit jateng dari beberapa tahun yag lalu. Jateng menyimpan pesona wisata yang luar biasa, sayangnya masih banyak yang belum terawat dengan baik. Salah satunya benteng willem I ambarawa atau oleh masyarakat sekitar disebut benteng pendem. Benteng ini masih menjadi konflik kepemilikan antara...
The following two tabs change content below.

litalia

Writer at Wisatawan.id
Sebagai anak jurusan pendidikan sejarah, tentu saya menyukai perjalanan. dalam setiap perjananan pula, akan saya abadikan dalam memori dan jepretan kamera.